Revolusi “Tim AI”: Rahasia di Balik Produksi Cepat dan Murah Microdrama China

wartait.com, BERITA – BEIJING, Industri drama China (dracin), khususnya format micro-drama atau serial pendek vertikal, kini memasuki babak baru. Tidak lagi sekadar mengandalkan kru besar, industri ini mulai beralih ke “Tim AI” sebagai motor utama produksi. Penggunaan kecerdasan buatan (AI) terbukti mampu memangkas waktu kerja dari hitungan hari menjadi hitungan menit.
Fenomena ini terlihat jelas pada kesuksesan serial Strange Mirror of Mountains and Seas karya kreator Chen Kun. Serial bergenre fantasi ini viral dengan 50 juta penayangan, di mana hampir seluruh elemen visual dan ceritanya merupakan hasil fabrikasi AI.
Kolaborasi “Empat Pilar” AI
Dalam proses produksinya, Chen Kun mengandalkan kombinasi empat alat AI utama yang bekerja layaknya departemen dalam studio film:
-
ChatGPT: Bertugas sebagai penulis skenario.
-
Midjourney: Mengonversi ide menjadi gambar statis.
-
Kling AI: Menghidupkan gambar statis menjadi video (animasi).
-
Suno AI: Menggubah musik latar dan lagu tema.
“Bahkan jika AI belum bisa menandingi kualitas film konvensional, untuk micro-drama itu sudah cukup,” ujar Chen. Durasi pendek (sekitar 30 detik) dan layar ponsel yang kecil membuat penonton cenderung mentoleransi detail visual yang mungkin kurang sempurna.
Efisiensi Tanpa Tanding
Alasan utama adopsi cepat teknologi ini adalah efisiensi biaya dan waktu. Zhang Shiyu, teknisi pascaproduksi dari Dongyang Gewuzhizhi Culture Media, mengungkapkan bahwa lonjakan kemampuan Large Language Model (LLM) telah mengubah alur kerja secara drastis.
Langkah serupa diambil oleh raksasa industri seperti Huace Group. Mereka mengembangkan model AI mandiri yang dilatih menggunakan 50.000 jam konten film dan data industri selama 30 tahun. Hasilnya fantastis: AI mampu mengevaluasi novel setebal 1,2 juta kata hanya dalam waktu 1-2 jam, tugas yang biasanya membutuhkan waktu 10 hingga 14 hari bagi tim manusia.
Manusia Tetap Memegang Kendali
Meski AI mendominasi proses teknis, para pelaku industri menegaskan bahwa peran manusia tetap tak tergantikan dalam aspek esensial. Manusia tetap dibutuhkan untuk:
-
Menyusun Prompt: Imajinasi manusia tetap menjadi dasar instruksi bagi AI.
-
Penyuntingan Akhir: Menentukan standar kualitas dan bahasa visual.
-
Pengisian Suara: Memberikan sentuhan emosi yang belum sepenuhnya bisa ditiru mesin.
Lin Ju, manajer operasional perusahaan jasa teknologi Yuanying, menekankan bahwa AI adalah alat transformasi, bukan pengganti total. “Inti penciptaan tetap ada pada manusia. Penulis skenario tetap harus memegang kendali atas hasil akhir tiap adegan,” pungkasnya.
Di tengah kekhawatiran mengenai isu hak cipta dan hilangnya lapangan kerja konvensional, industri micro-drama China justru membuktikan bahwa kolaborasi antara kreativitas manusia dan kecepatan AI mampu menciptakan ceruk bisnis baru yang bernilai hingga triliunan rupiah.



