15 October 2026 AMP
Berita Jabar

Normalisasi Kali CBL di Bekasi Baru Jangkau 3,4 Kilometer

admin • 15 Oktober 2026 • 2 menit baca

Proyek normalisasi Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) di Kabupaten Bekasi saat ini baru mencakup panjang sekitar 3,4 kilometer dari total target penanganan sepanjang 16 kilometer. Pemerintah Kabupaten Bekasi mematok target agar seluruh pekerjaan fisik tersebut bisa rampung pada akhir Desember 2026 demi menekan potensi banjir di Tambun Utara, Sukawangi, serta wilayah sekitarnya. Progres tersebut terungkap ketika Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja memantau langsung proses pengerjaan di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, pada Selasa, 13 Oktober 2026. Laporan pemerintah setempat menyebutkan bahwa dua paket pekerjaan telah berjalan dengan pengerahan total 21 unit ekskavator untuk menangani sekitar 3.400 meter aliran sungai. Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDA-BMBK) Kabupaten Bekasi membagi proyek ini menjadi dua segmen penanganan. Paket pertama membentang dari Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, hingga Jembatan Pulo Puter di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, dengan estimasi panjang 10 kilometer. Dimulai sejak 1 September 2026, paket ini dijadwalkan tuntas pada 29 Desember 2026 dan didukung 11 unit ekskavator dengan capaian 950 meter hingga pertengahan Oktober. Sementara itu, paket kedua mencakup bentangan dari Jembatan Pulo Puter di Desa Srimahi menuju Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, sepanjang kurang lebih enam kilometer. Pekerjaan segmen kedua ini mulai bergulir pada 31 Agustus 2026 dan ditargetkan selesai pada 28 Desember 2026 dengan pengerahan 10 unit ekskavator yang telah merampungkan sekitar 2.450 meter. Akumulasi dari kedua paket tersebut menghasilkan panjang penanganan sekitar 3,4 kilometer atau setara 21,25 persen dari total rencana keseluruhan, yang merepresentasikan panjang fisik yang dikerjakan dan bukan total penyelesaian proyek. Pelaksanaan normalisasi ini bertujuan mengatasi masalah sedimentasi parah yang memicu pendangkalan dan penyempitan badan sungai akibat belum pernah dikeruk sejak pertama kali dibangun. Kondisi tersebut dinilai menghambat laju air dari berbagai saluran yang bermuara ke Kali CBL ketika volume air meningkat drastis di musim penghujan. Di samping sedimentasi, tim di lapangan juga menghadapi hambatan berupa keberadaan bangunan liar di bantaran sungai, tumpukan sampah, serta struktur tanah yang rentan longsor dekat Jembatan Pulo Puter. Sebelum pengerjaan dimulai, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bekasi telah melakukan penertiban bangunan liar di sepanjang bantaran guna memuluskan akses alat berat. Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menegaskan bahwa jajarannya akan terus mengawasi progres di lapangan demi mengejar target penyelesaian akhir tahun sekaligus mendorong serapan anggaran Dinas SDA-BMBK hingga 97 persen. Pemerintah daerah berharap penuntasan normalisasi sepanjang 16 kilometer ini dapat memperlancar kapasitas saluran air serta memberikan perlindungan dari ancaman banjir bagi warga setempat, khususnya di kawasan Tambun Utara dan Sukawangi.

Diolah News Brige untuk WartaIT. Sumber: Lintas Priangan.