Pemerintah Kabupaten Ciamis terus berupaya meningkatkan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui pola pembelajaran yang lebih inovatif dan kolaboratif. Langkah tersebut diwujudkan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ciamis dengan memperkenalkan program Ciamis Strategic Learning Orchestration (CiCLO). Program ini dirancang untuk mempercepat penerapan kebijakan Corporate University serta mendorong ASN lintas perangkat daerah agar mampu bekerja sama menyelesaikan berbagai persoalan strategis di wilayah Kabupaten Ciamis. Pembahasan mengenai program tersebut mengemuka dalam kegiatan evaluasi pelatihan berbasis kolaborasi ASN yang berlangsung di Aula BKPSDM Kabupaten Ciamis pada Selasa, 3 November 2026. Acara ini merupakan bagian dari proyek perubahan Kepala BKPSDM Ciamis, Ai Rusli Suargi, S.STP., M.Si., dalam rangkaian Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II. Melalui pendekatan CiCLO, pengembangan kompetensi aparatur tidak lagi hanya bergantung pada pembelajaran di dalam kelas, melainkan langsung turun tangan memahami persoalan yang dihadapi masyarakat dan organisasi pemerintahan. Ai Rusli Suargi menjelaskan bahwa pola ini menghubungkan kebutuhan organisasi dengan peningkatan kemampuan aparatur melalui beberapa tahapan, mulai dari pemetaan isu strategis, identifikasi kebutuhan kompetensi, pemetaan potensi ASN, pembelajaran kolaboratif, hingga pelaksanaan aksi nyata dan evaluasi dampak. Melalui program ini, para ASN dituntut untuk tidak sekadar mengikuti pelatihan, melainkan mampu menghasilkan solusi nyata dari setiap permasalahan yang ada dengan prinsip from problem to impact. Dalam pelaksanaannya, terdapat dua isu strategis yang menjadi fokus pembelajaran bersama di Desa Bendasari, Kecamatan Sadananya. Isu pertama berkaitan dengan manajemen konflik dan sosialisasi tingkat desa untuk mendukung implementasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Isu kedua difokuskan pada penguatan strategi pemasaran digital serta kemitraan pasar guna mendukung ketahanan pangan. Kegiatan tersebut melibatkan unsur pemerintah desa, pengelola KDKMP, pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), perangkat daerah terkait, serta akademisi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Fakultas Pertanian Universitas Galuh. Pada sesi pembahasan KDKMP, para peserta diajak memahami potensi konflik di tengah masyarakat, perbedaan kepentingan, serta pentingnya komunikasi dan musyawarah agar koperasi mendapat dukungan penuh warga dan berjalan sesuai kebutuhan desa. Sementara itu, pada sektor ketahanan pangan, pembelajaran ditekankan pada pemanfaatan pemasaran digital, peningkatan mutu produk, menjaga kesinambungan pasokan, dan memperluas jaringan kemitraan demi mendongkrak daya saing produk lokal serta membuka peluang ekonomi masyarakat. Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Dr. H. Andang Firman Triyadi, MT., yang hadir memberikan arahan, menegaskan bahwa kompleksitas masalah pemerintahan saat ini tidak mungkin diselesaikan hanya oleh satu perangkat daerah saja. Dibutuhkan kolaborasi, kesamaan pemahaman, serta keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan agar setiap perangkat daerah dapat bersinergi sesuai tugas dan kewenangannya. Andang juga mengingatkan agar keberhasilan pelatihan tidak sekadar diukur dari jumlah peserta atau terlaksananya acara, melainkan dari peningkatan kompetensi, koordinasi yang lebih baik, serta penerapan hasil pembelajaran untuk memecahkan persoalan di lapangan. Hasil diskusi tersebut harus ditindaklanjuti dengan rekomendasi serta rencana aksi yang jelas dan terukur dengan pembagian tanggung jawab yang tegas. Melalui penerapan CiCLO, BKPSDM Ciamis berharap terbangun sebuah ekosistem pembelajaran ASN yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan sehingga peningkatan kompetensi aparatur benar-benar menjadi motor penggerak percepatan penyelesaian persoalan pembangunan daerah.
Diolah News Brige untuk WartaIT. Sumber: Infopriangan.com.
