wartait.com, JAKARTA – Pelaksanaan instrumen asesmen bagi peserta didik baru yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dilaporkan mengalami kendala teknis. Situs resmi yang digunakan untuk proses pengisian instrumen, yakni karakter.data.kemendikdasmen.go.id, tidak dapat diakses oleh para siswa maupun operator sekolah sejak beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan pantauan dan laporan visual dari pengguna di lapangan, situs yang sedianya memuat instrumen penting seperti asesmen numerasi, literasi, serta identifikasi bakat dan minat siswa ini, memunculkan pesan eror sistem berupa “502 Bad Gateway” dengan keterangan server nginx/1.18.0 (Ubuntu).
Eror berkode 502 ini mengindikasikan bahwa server bertindak sebagai gateway atau proxy dan menerima respons yang tidak valid dari server hulu (upstream server). Gangguan ini diduga kuat terjadi akibat lonjakan trafik (overload) atau adanya pemeliharaan mendadak pada basis data pusat di waktu yang bersamaan ketika ribuan sekolah di Indonesia mengaksesnya secara serentak.
Padahal, platform digital ini merupakan instrumen krusial, salah satunya dalam menunjang pengumpulan data profil siswa saat pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah. Melalui menu “Masukkan kode unik”, siswa seharusnya mengisi serangkaian tes objektif guna memetakan kompetensi dasar numerasi-literasi serta potensi bakat alami mereka.
Akibat dari tumbangnya sistem ini, sejumlah proktor, operator sekolah, dan guru pendamping menyatakan keluhannya. Proses pemetaan mutu pendidikan dan pengenalan karakteristik siswa baru yang mestinya berjalan adaptif dan cepat terpaksa tertunda.
“Kami kesulitan untuk mengarahkan siswa melakukan pengisian sesuai tenggat waktu karena halaman web sama sekali tidak menampilkan formulir login, melainkan langsung white screen dengan tulisan Bad Gateway,” ujar salah satu operator sekolah yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi atau rilis teknis dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen mengenai estimasi waktu perbaikan server. Pihak sekolah berharap tim teknis kementerian dapat segera melakukan scaling up kapasitas server agar proses asesmen penting bagi masa depan siswa ini bisa kembali berjalan dengan lancar.